dewadewiku

contoh makalah patologi sosial

Posted on: November 30, 2010

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

Pada awal ke-19 dan awal abad 20-an, para sosilog mendefinisikan patologi social sebagai semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas local, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan, dan hokum formal. Secara etimologis, kata patologi berasal dari kata Pathos yang berarti disease/penderitaan/penyakit dan Logos yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit. Madsud dari pengertian diatas bahwa patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang asal usul dan sifat-sifatnya penyakit. Konsep ini bermula dari pengertian penyakit di bidang ilmu kedokteran dan biologi yang kemudian diberlakukan pula untuk masyarakat karena menurut penulis google bahwa masyarakat itu tidak ada bedanya dengan organisme atau biologi sehingga dalam masyarakatpun dikenal dengan konsep penyakit. Sedangkan kata sosial adalah tempat atau wadah pergaulan hidup antar manusia yang perwujudannya berupa kelompok manusia atau organisasi yakni individu atau manusia yang berinteraksi / berhubungan secara timbal balik bukan manusia atau manusia dalam arti fisik. Tetapi, dalam arti yang lebih luas yaitu comunity atau masyarakat. Maka pengertian dari patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap “sakit” disebabkan oleh faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan dengan hakekat adanya mnusia dalam hidup masyarakat. Sementara itu menurut teri anomi bahwa patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan, sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok, atau yang sangat merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota anggotanya, akibatnya pengikatan social patah sama sekali.

 

 

 

B. Konsep Patologi Sosial

Secara etimologis, kata patologi berasal dari kata Pathos yang berarti disease/penderitaan/penyakit dan Logos yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit. Sedangkan kata sosial adalah tempat atau wadah pergaulan hidup antar manusia yang perwujudannya berupa kelompok manusia atau organisasi yakni individu atau manusia yang berinteraksi / berhubungan secara timbal balik bukan manusia atau manusia dalam arti fisik. Maka pengertian dari patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap “sakit” disebabkan oleh faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan dengan hakekat adanya manusia dalam hidup masyarakat.

Adapun Istilah / konsep lain untuk patologi social adalah, Masalah social, disorganisasi sosial / social disorganization / disintegrasi social, sosial maladjustment, Sociopathic, Abnormal, Sociatri.

Disintegrasi/ perpecahan, dapat terjadi jika masyarakat yang merupakan suatu organisasi yang terdiri dari unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan. Apabila salah satu unsur dari masyarakat tersebut tidak berfungsi dengan baik maka keseimbangan pada sistem akan goyah secara keseluruhan. Maka akan muncul yang namanya disorganisasi sosial yang lama kelamaan akan menjadi disintegrasi sosial. Gejala-gejala disintegrasi sosial yaitu terjadinya silang pendapat diantara warga masyarakat, nilai  sosial mulai dilecehkan, norma tidak dipatuhi lagi oleh warga masyarakat, sanksi sebagai alat pengendali sosial tidsk berfungsi, sering terjadi konflik nilai dan norma yang lama dengan yang baru, semakin merosotnya wibawa para pemimpin, interaksi sosialyang terjadi lebih bersifat asosiatif, sering terjadi kerusuhan sosial, kejahatan (anomie sosial).

Masalah sosial yang terjadi dimasyarakat  adalah masalah kriminalitas, yang disebabkan oleh desakan ekonomi dan menyempitya lapangan pekerjaan yang terbatas, serta jumlah tenaga kerja yang semakin hari semakin banyak membuat kriminalitas merajalela dimana-mana, seperti perampokan, pencurian.      Sebab-sebab timbulnya kriminalitas adalah pertentangan dan persaingan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, kepadatan dan komposisi penduduk, perbedaan distribusi kekayaan, perbedaan kekayaan dan pendapatan, mentalitas yang labil. Akibat-akibat kriminalitas adalah merugikan pihak lain, baik materiil maupun non materiil, merugikan masyarakat secara keseluruhan seperti penipuan, pemalsuan. Merugikan negara misalnya korupsi dan kolusi, mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Selain itu banyak terdapat kesenjangan sosial-ekonomi, kenakalan remaja yang merupakan suatu perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang dilakukan oleh anak-anak remaja, seperti perusakan fasilitas umum, corat-coret, narkoba, seks bebas, membolos sekolah, berbuat cabul, melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya dan melampaui batas, minuman-minuman keras, memakai obat-obatan terlaranga. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja adalah motivasi intrinsic yang meliputi faktor intelegensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam keluarga. Motivasi ekstrinsik meliputi faktor rumah tangga, pendidikan dan sekolah, pargaaulan anak, media massa.

Tingkah laku sosiopatik jika diselidiki melalui pendekatan (approach), sebagai berikut:

1) Approach Biologis

Pendekatan biologis tentang tingkahlaku sosiopatik dalam biologi biasanya terfokus pada bagian genetik.

  1. Patologi itu menurun melalui gen / plasma pembawa sifat di dalam keturunan, kombinasi dari gen-gen atau tidak adanya gen-gen tersebut
  2. Ada pewaris umum melalui keturenan yang menunjukkan tendesi untuk berkembang kearah pathologis (tipe kecenderungan yang luaar biasa abnormal)
  3. Melaui pewarisan dalam bentuk konstitusi yang lemah, yang akan berkembang kearah tingkahlaku sosiopatik.

Bentuk tingkahlaku yang menyimpang secara sosial yang disebabkan oleh ketiga hal tersebut diatas dan ditolak oleh umum seperti: homoseksualitas, alkoholistik, gangguan mental, dll.

2) Approach Psychologist dan Psychiatris

a) Pendekatan Psikologis

Menerangkan tingkahlaku sosiopatik berdasarkan teori intelegensi, sehingga individu melanggar norma-norma sosial yang ada antara lain karena faktor-faktor: intelegensi, sifat-sifat kepribadian, proses berfikir, motivasi, sifat hidup yang keliru, internalisasi yang salah.

b) Pendekatan Psychiatris

Berdasarkan teori konflik emosional dan kecenderungan psikopatologi yang ada di balik tingkahlaku menyimpang

c) Approach Sosiologis

Penyebab tingkahlaku sosiopatik adalah murni sosiologis yaitu tingkahlaku yang berbeda dan menyimpang dari kebiasaan suatu norma umum yang pada suatu tempat dan waktu tertentu sangat ditentang atau menimbulkan akibat reaksi sosial “tidak setuju”. Reaksi dari masyarakat antara lain berupa, hukuman, segregrasi (pengucilan / pengasingan), pengucilan, Contoh: mafia (komunitas mafia dengan perilaku pengedar narkoba).

Adapun perkembangan patologi sosial ada melalui tiga fase,

  1. Fase masalah sosial (social problem)

Pada fase ini menjadi penyelidikan patisos action masalah-masalah sosial seperti pengangguran, pelacuran, kejahatan, masalah penduduk, dst

  1. Fase disorganisasi sosial

Pada fase ini menjadi objek penyelidikan peksos adalah disorganisasi sosial, fase ini merupakan koreksi dan perkembangan dan fase masalah sosial

  1. Fase sistematik

Fase ini merupakan perkembangan dari dua fase sebelumnya. Pada fase ini patsos berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang memiliki sistem yang bulat.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Masalah-Masalah sosial Masyarakat

A.Permasalahan Penyakit Masyarakat di Mertoyudan

Mabuk-mabukan sering banyak kita jumpai di lingkungan tempat tinggal kita. Banyak remaja maupun orang tua menganggap mabuk-mabukan itu mampu menghilangkan stress dan mengurangi masalah yang telah di hadapi,pendapat seperti itu sangatlah tidak benar,karena mabuk-mabukan sangat berbahaya bagi kesehatan baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani. Bahkan dapat menimbulkan kematian. Selain itu juga sering kita jumpai pencurian, banyak alasan orang tersebut melakukan pencurian diantaranya masalah ekonomi,karena factor ekonomi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang makin kompleks. kenakalan remaja yang merupakan suatu perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang dilakukan oleh anak-anak remaja, seperti perusakan fasilitas umum,corat-coret, narkoba, seks bebas, membolos sekolah, berbuat cabul, melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya dan melampaui batas, minuman-minuman keras, memakai obat-obatan terlarang.

. Sebab-sebab timbulnya kenakalan remaja adalah motivasi intrinsic yang meliputi faktor intelegensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam keluarga. Motivasi ekstrinsik meliputi faktor rumah tangga, pendidikan dan sekolah, pargaaulan anak, media massa.

Selain itu banyak kita jumpai kasus pemerkosaan,seperti pemerkosaan bapak kepada anak,dan pemerkosaan yang dilakukan oleh orang tak berperikemanusiaan. Sebab-sebab orang melakukan pemerkosaan adalah pemenuhan kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi, seorang gadis yang memakai pakaian yang minimalis. Perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah berumah tangga juga banyak kita jumpai. Seorang istri yang seharusnya bias menjaga harga diri,tetapi malah  berselingkuh dengan pria lain yang dianggap lebih baik. Begitu pula dengan seorang suami yang seharusnya sangat bertanggung jawab dengan keluarga malah tergoda dengan wanita lain dan tega mencampakan keluarganya untuk memilih wanita selingkuhanya itu.

Perkelahian antar remaja banyak juga kita jumpai. Banyak juga alasan para remaja berkelahi,diantaranya adalah selisih pendapat,merebutkan gebetan,persaiangan yang tidak sehat. Emosi remaja yang tidak labil membuat remaja tidak bias mengendalikan emosi dan tidak bias mengendalikan diri.

B.Upaya Penanganan Penyakit Masyarakat di Mertoyudan

Masyarakat banyak melakukan penanganan atas masalah-masalah tersebut,diantaranya adalah dengan menegakkan peraturan di daerah mertoyudan agar tidak terjadi banyak pelanggaran sosial lagi. Bagi orang-orang yang mabuk-mabukan di berikan panduan khusus agar mengerti akan bahaya meminum,minuman tersebut. Untuk orang yang melakukan pemerkosaan akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib agar di selesaikan dengan jalur hukum.

Untuk pelanggaran kenakalan remaja,apabila dilakukan di area sekolah akan mendapatkan hukuman dari pihak sekolah,apabila di luar area sekolah,maka orang yang melakukan pelanggaran tersebut bias di nasehati,atau dikenakan denda. Untuk permasalahan seperti perselingkuhan,akan dilakukan perdamaian dengan menghadirkan orang yang bersangkutan,dengan di damping

Untuk kasus pencurian,masyarakat tidak main hakim sendiri tetapi membawa orang tersebut ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti dan di beri hukuman menurut undang-undang yang berlaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

Kesimpulan

Patologi social adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap “sakit” disebabkan oleh faktor-faktor sosial atau Ilmu tentang asal usul dan sifat-sifatnya, penyakit yang berhubungan dengan hakekat adanya manusia dalam hidup masyarakat. Adapun Istilah / konsep lain untuk patologi social adalah, Masalah social, disorganisasi sosial / social disorganization / disintegrasi social, sosial maladjustment, Sociopathic, Abnormal, Sociatri.

Disintegrasi/ perpecahan, dapat terjadi jika masyarakat yang merupakan suatu organisasi yang terdiri dari unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan. Apabila salah satu unsur dari masyarakat tersebut tidak berfungsi dengan baik maka keseimbangan pada sistem akan goyah secara keseluruhan

Masalah sosial yang terjadi dimasyarakat  adalah masalah kriminalitas, yang disebabkan oleh desakan ekonomi dan menyempitya lapangan pekerjaan yang terbatas, serta jumlah tenaga kerja yang semakin hari semakin banyak membuat kriminalitas merajalela dimana-mana, seperti perampokan, pencurian

kenakalan remaja yang merupakan suatu perilaku yang menyimpang/melanggar norma yang dilakukan oleh anak-anak remaja, seperti perusakan fasilitas umum, corat-coret, narkoba, seks bebas, membolos sekolah, berbuat cabul, melihat gambar dan film porno, mengebut di jalan raya dan melampaui batas, minuman-minuman keras, memakai obat-obatan terlaranga.

Masyarakat banyak melakukan penanganan atas masalah-masalah tersebut,diantaranya adalah dengan menegakkan peraturan di daerah mertoyudan agar tidak terjadi banyak pelanggaran sosial lagi.

 

 

 

 

 

 

BAB V

SARAN

Sebaiknya kita sebagai masyarakat,tidak melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat, dan sebaiknya kita mampu mengendalikan diri,agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. Mampu mencegah maslah-masalah yang akan timbul di masyarakat dan mampu menanggulangi apabila terjadi masalah-masalah sosial di masyarakat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: